THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 29 Januari 2011

Komponen-Komponen Dasar Dalam TV

Dalam memperbaiki / service TV kita harus benar benar mengetahui spesifaki dari komponen yang akan kita periksa, dalam posting kali ini akan dipaparka sedikit tentang beberapa komponen TV tersebut.
Secara umum komponen elektronika dibagi menjadi dua bagian yaitu: komponen aktif dan komponen pasif.
a) Komponen Pasif
Secara garis besar komponen pasif dibagi menjadi tiga macam yaitu: resistor (R). Inductor (L) dan kapasitor (C).
1) Resistor
Nilai resistansi dapat dilihat dengan membaca kode warna atau dengan alat Multitester.
resistor1 Pengenalan komponen untuk service TV

Gambar 60. Resistor
2) Induktor
Induktor adalah kumparan berupa lilitan kawat pada suatu inti. Jenis inductor yang menggunakan lilitan kawat email adalah sebagai berikut.
flyback1 Pengenalan komponen untuk service TV

Gambar 61. Trafo Flyback
trafo if Pengenalan komponen untuk service TV

Gambar 62. Trafo IF
trafo if1 Pengenalan komponen untuk service TV

Gambar 63. Line Filter
switching Pengenalan komponen untuk service TV

Gambar 64. Trafo Switching
yoke Pengenalan komponen untuk service TV

Gambar 65. Yoke
3) Kapasitor/Kondensator
Kondensator terdiri dari dua jenis, yaitu kondensator polar dan non polar.
103 1kv capacitor Pengenalan komponen untuk service TV cap Pengenalan komponen untuk service TV

Gambar 66. Kondensator
b) Komponen Aktif
1) Dioda
diode Pengenalan komponen untuk service TV

Gambar 67. Dioda
Ada berbagai jenis dioda di pasaran, tetapi pada TV umumnya digunakan dioda penyearah (Rectifier) yang terbuat dari germanium dan silicon, LED (Light Emitting Diode) dan dioda zener
2) Transistor
Transistor terdiri dari dua jenis, yaitu PNP dan NPN. Masing-masing jenis tersebut mempunyai tiga kaki ,yaitu basis, kolektor dan emitor.
transistor crossreference Pengenalan komponen untuk service TV

Gambar 68. Transistor
3) Integrated Circuit (IC)
IC dibagi dua jenis, yaitu monolitik dan hibrida. IC yang rusak dapat dilihat atau dirasakan dari penampilan fisiknya misalnya: pecah, terlalu panas atau tidak mengantarkan panas (kalor).
touch Pengenalan komponen untuk service TV

Gambar 69. Integrated Circuit (IC)

DARLINGTON TRANSISTOR

DARLINGTON TRANSISTOR



DISINI ada 2 transistor yang terhubung secara bersamaan pada keluaran EMITTER, jadi penguatan arus dari transistor pertama dikuatkan kembali oleh transistor kedua.Transistor ini mempunyai tiga terminal input (BASIS, COLLECTOR dan EMITTER) dengan kanal PNP dan NPN, yang sama dengan standar  terminal transistor tunggal biasa. Ada dua macam Transistor Darlington,  dengan dioda dan tanpa dioda di dalamnya. Kita membutuhkan datasheet book untuk mengecek apakah transistor Darlington ini dengan atau tanpa dioda di dalamnya.
Salah satu contoh code nomor dari transistor Darlington yang tidak mempunyai dioda di dalamnya adalah C516 (atau BC516). Seandainya kita perhatikan pada datasheetbook bahwa transistor tersebut jenis transistor Darlington PNP.
Setelah kita mengetahui bahwa itu transistor Darlington tipe PNP, maka kita dapat mulai mengetesnya;

 

Menentukan terminal BASIS

  1. Prosedur awalnya adalah menemukan termninal BASIS, COLLECTOR dan EMITTER.
  2. Set analog multimeter ke x1 Ohm
  3. Letakkan probe MERAH pada pin 1 transistor BC516 dan probe HITAM pada pin 2 dan 3.
  4. Seandainya pointer tidak menunjukkan pergerakan (jarum tidak bergerak), pindahkanprobe MERAH pada pin 2 (tengah) dan probe HITAM pada pin 1 dan 3. Seandainya ada pergerakan pada jarum ketika probe HITAM ditempelkan pada pin 1 dan 3, maka pin 2 adalah BASIS.
  5. Seandainya probe MERAH diletakkan pada pin 3 dan probe HITAM pada pin 1 dan 2, transistor Darlington yang dalam kondisi baik jarum penunjuknya tidak akan bergerak.
 
  Kita membutuhkan datasheet book untuk membantu kita dalam mengecek TRANSISTOR DARLINGTON dengan atau tanpa dioda di dalamnya.
Karena di dalamnya terdapat dioda, maka mengetesnya berbeda dengan tanpa dioda. Agak sulit untuk menemukan terminal BASIS, COLLECTOR, EMITTER yang memiliki dioda di dalamnya. Disarankan untuk mengacu pada datasheet book dari komponen yang bersangkutan untuk menentukan terminal-terminal nya.
Untuk mengetes tipe ini, perhatikan gambar berikut ;
   

5. TRANSISTOR

5. TRANSISTOR

Transistor adalah termasuk komponen utama dalam elektronika. Transistor terbuat dari 2 dioda germanium yang disatukan. Tegangan kerja transistor sama dengan dioda yaitu 0,6 volt.

Transistor memiliki 3 kaki yaitu :

• EMITOR (E)
• BASIS (B)
• COLECTOR (C)

Jenis transistor ada 2 yaitu :

1. Transistor PNP (anoda katoda anoda / kaki katoda yang disatukan)
2. Transistor NPN (katoda anoda katoda / kaki anoda yang disatukan)

Contoh transistor : C 828, FCS 9014, FCS 9013, TIP 32, TIP 31, C5149, C5129, C5804, BU2520DF, BU2507DX, dll




Simbol di rangkaian : "Q", simbol gambarnya dibawah ini :

Menentukan Kaki Transistor

Menentukan Kaki Basis

Putar batas ukur pada Ohmmeter X10 atau X100.
Misalkan kaki transistor kita namakan A, B, dan C.
Bila probe merah / hitam => kaki A dan probe lainnya => 2 kaki lainnya secara bergantian jarum bergerak semua dan jika dibalik posisi hubungnya tidak bergerak semua maka itulah kaki BASIS.

Menentukan Kaki Colector NPN

Putar batas ukur pada Ohmmeter X1K atau X10K.
Bila probe merah => kaki B dan probe hitam => kaki C. Kemudian kaki A (basis) dan kaki B dipegang dengan tangan tapi antar kaki jangan sampai terhubung. Bila jarum bergerak sedikit berarti kaki B itulah kaki COLECTOR.
Jika kaki basis dan colector sudah diketahui berarti kaki satunya adalah emitor.

Mengukur Transistor Dengan Multitester

Batas ukur pada Ohmmeter X10 / X100

• TRANSISTOR PNP






• TRANSISTOR NPN






• TRANSISTOR NPN DENGAN DUMPER


Transistor

Transistor berasal dari kata transfer dan resistor. Transfer artinya mengendalikan atau membuat perubahan dan resistor adalah suatu bahan yang tidak dapat atau dapat menghambat arus listrik. Jadi transsistro adalah suatu bahan yang dapat merubah bahan yang tidak bias menghantar arus listrik menjadi bahan yang dapat menghantar arus listrik. Sifat ini disebut juga dengan nama semikonduktor.



Transistor memiliki 3 buah kaki yang disebut dengan :

1. Emitor, disingkat E

2. Basis, yang disingkat B

3. Kolektor, yang disingkat K


Selain daripada itu ada 2 jenis transistor, yaitu transistor PNP dan NPN. Dalam symbol dibedakan melalui tanda panah, untuk transistor PNP tanda anak panahnya menuju ke dalam, sedangkan NPN menuju ke luar.


MENENTUKAN KAKI TRANSISTOR


Dalam pasaran banyaksekali jenis transistor, dan letak kaki transistor pun bermacam-macam. Transistor tersebut dibedakan melalui tanda dank ode. Tanda tanda untuk menentukan kaki transistor berupa :

1. tanda titik putih, biru dan merah

2. tanda lingkaran merah

3. tanda segi empat putih dan biru

langkah pertama untuk menentukan kaki transistor adalah mencari tanda titik, lingkaran atau tanda segi empat pada badan transistor. Kaki yang paling dekat dengan tanda itu adalah kaki Kolektor (K) dan selanjutnya kaki yang terletak di sebelah kakikolektor berlawanan dengan arah jarum jam adalah kaki basis (B) dan yang lainnya adalah kaki Emitor (E).

Penentuan kaki bisa juga dengan jalan menegakkan transistor, maka kaki transistor akan membentuk segitiga sama kaki. Titik puncak dari segitiga itu adalah kaki basis, selanjutnya disebelah kiri kaki basis adalah kaki emitor, dan yang lainnya adalah kaki kolektor.